
Memetakan minat studi menjadi lebih mudah, merencanakan karir pekerjaan menjadi lebih terencana. Analisis DPR tentang vocational interest mendekatkan Anda pada kesuksesan pribadi yang tak terbayangkan...
Keberhasilan sistem sidik jari DPR ( Dermatoglyphics Potential Response) mengaplikasikan teori Holland Vocational Interest secara akurat dan menjadi implementor sistem sidik jari pertama di dunia yang berhasil mengaplikasikan teori ini, telah mendapat respon positif dari ribuan klien DPR. Mengapa tidak? Karena melalui aplikasi ini, klien dapat melihat minat pekerjaan mereka (vocational interest), jenjang karir pribadi (career possibilities), serta kecenderungan kecocokan lingkungan kerja yang dikehendaki. Bagi klien yang sedang dalam tahapan penentuan penjurusan studi di sekolah menengah atas atau universitas, aplikasi ini memungkinkan ia untuk melihat jurusan studi yang sesuai dengan kepribadiannya. Walhasil, sistem sidik jari DPR kini terbukti handal menjadi instrumen penting dalam proses rekruitmen dan promosi karyawan di dunia Industri serta proses penjurusan studi pada dunia Pendidikan.
Teori Vocational Interest yang dikembangkan oleh John Holland (1973, 1985, 1997) hingga kini diakui sebagai teori yang paling luas digunakan dan popular dalam keilmuan Vocational Psychology (Phillips & Jome, 2005). Secara umum, teori ini merujuk kepada pemahaman bahwa pilihan pekerjaan seseorang (vocational choice) memiliki korelasi yang kuat terhadap kepribadian dan lingkungan kerja (person-environment fit). Secara singkat, Holland menyakini bahwa baik individu dan lingkungan kerja keduanya dapat dikarakterisasi menjadi enam tipe, yakni Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional. Keenam tipe ini kemudian ditempatkan dalam model hexagonal RIASEC yang saling terkait satu sama lainnya. Dengan ketentuan sebagai berikut: sifat bersebelahan menunjukkan kedekatan kepribadian dan lingkungan kerja, serta sifat yang bersebrangan secara diagonal menunjukkan penentangan keduanya baik secara kepribadian maupun dalam hal preferensi lingkungan kerja.

Background Principles.
Holland (1973) menuliskan beberapa prinsip dasar teori vocational interest yang ia kembangkan.
· The choice of a vocation is an expression of personality. Pilihan suatu pekerjaan merupakan ekspresi kepribadian.
· Interest inventories are personality inventories. Jika kita menerima minat pekerjaan sebagai ekspresi kepribadian seseorang, maka kita dapat meyakini bahwa inventori minat seseorang juga merupakan inventori kepribadiannya.
· Vocational stereotypes have reliable and important psychological and sociological meaning. Sejak dulu masyarakat percaya jika seorang mekanik mestilah seorang yang taktis, pengacara itu agresif, actor itu senang menjadi pusat perhatian (self-centered), salesman itu persuasif, akuntan itu teliti, dan lain sebagainya.
· The members of a vocation have similar personalities and similar histories of personal development. Merujuk pada penelitian Laurent (1951), masing-masing pekerja (pengacara, enjiner, akuntan, dll) memiliki kecenderungan memiliki kemiripan kepribadian dan memilki kemiripan ketertarikan mengenai lingkungan kerja yang diharapkan.
· Because people in a vocational group have similar personalities, they will respond to many situations and problems in similar ways, and they will create characteristic interpersonal environments. Karena orang dalam suatu kelompok pekerjaan cenderung memiliki kemiripan kepribadian, mereka akan merespon banyak situasi dan masalah dalam cara yang hampir sama, karenanya mereka akan cenderung membentuk karakteristik lingkungannya sendiri.
· Vocational satisfaction, stability, and achievement depend on the congruence between one’s personality and the environment in which one works. Kepuasan terhadap pekerjaan, stabilitas kerja, serta prestasi kerja seseorang bergantung kepada kecocokan antara kepribadiannya dengan lingkungan kerja tempat ia bekerja.
Lebih lanjut tentang implementasi teori Vocational Interest pada sistem sidik jari DPR, implementasinya pada dunia Industri dan Pendidikan, serta sampel assessment report DPR, dapat ditanyakan melalui SMS/Telepon ke 0812 2456 499 | 0857 2328 0999 | (022) 70 800 711 atau melalui emai
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
|
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya



